Sunday, March 9, 2014

Kesalahan dalam Surat Lamaran Kerja

Kesalahan dalam Surat Lamaran Kerja
Kesalahan dalam Surat Lamaran Kerja
- Oleh Alva Altera

Ketika masih menjadi karyawan, sampai akhir 2008, saya sering dipercaya menyeleksi lamaran-lamaran kerja yang masuk ke kantor kami. Sebuah tugas tambahan yang menjengkelkan, sebetulnya. Tapi terkadang menghibur juga. Ada saja surat lamaran dan CV yang membuat saya terpingkal-pingkal. Mulai dari yang terlalu santai seperti mengirim surat cinta, foto bergaya model (padahal posisi yang diinginkan sales perusahaan asuransi), sampai yang tidak niat alias menggunakan template (cuma diganti nama dan perusahaannya).

Saya tidak hendak menertawakan mereka. Di sini, saya hanya ingin menyampaikan ajakan untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan itu. Anda memang menghibur, tapi kemungkinan besar tidak dianggap cukup kompeten untuk bergabung. Seperti di Indonesian Idol, akan selalu ada calon-calon penyanyi yang “menghibur” juri, tapi dia takkan dimasukkan ke babak spektakuler.

Nah, mau tahu lebih kesalahan-kesalahan apa saja dalam surat lamaran kerja? Saya mencatatkan beberapa untuk Anda.

(1) Surat lamaran ditulis tangan

Memang, masih ada segelintir perusahaan yang mengharuskan calon pegawainya menulis lamaran dengan tangan. Mungkin kepribadian Anda hendak dinilai dari lekuk-lekuk tulisan tangan Anda. Tapi, HRD atau pemilik perusahaan kebanyakan lebih suka membaca ketikan komputer (atau setidaknya mesin tik) dibanding tulisan tangan, sekalipun Anda pernah mendapat nilai 9 di pelajaran Menulis Halus dulu. Ini zaman digital, Kawan! Jangan mengesankan Anda tidak menguasai komputer di depan calon pemberi kerja.



(2) Asal menjiplak template

Di internet, mudah sekali mencari template surat lamaran kerja. Masalahnya, CV dan surat lamaran kerja bukanlah undangan nikah yang tinggal diganti nama dan alamatnya. Anda harus menyesuaikan segala sesuatunya dengan masing-masing perusahaan incaran dan posisi yang hendak dilamar. Dan jangan pula mengirim sekaligus ke banyak perusahaan. Mentang-mentang di email ada fitur send to many, Anda langsung membubuhkan email-email perusahaan incaran ke kolom “to:”. Jelas, surat lamaran kerja Anda takkan dilirik kalau begitu caranya. Setiap perusahaan itu unik, dan berharap diperlakukan secara eksklusif.

(3) Pamer sertifikat

Ada lho pelamar yang melampirkan kumpulan fotokopi sertifikatnya dari berbagai seminar. Membosankan sekali membacanya. Selain itu, dengan begitu Anda hanya menunjukkan bahwa Anda sedang kebingungan, tidak tahu potensi diri yang layak ditonjolkan. Saran saya, pastikan dulu posisi yang akan dilamar, lalu masukkan daftar pengalaman dan keahlian yang sesuai untuk posisi itu. Seleksilah sertifikat-sertifikat yang hendak “dipamerkan” agar tidak bikin stres calon pemberi kerja.

(4) Bahasa berbelit-belit atau banyak salah ketik

Ini juga bikin perusahaan ilfil. Bahasa yang tidak lugas, ditambah banyaknya kesalahan ketik atau eja akan membuat Anda terkesan tidak serius, tidak teliti, kurang mampu, berkomunikasi, atau ketiganya! Surat lamaran dan resume adalah kesan pertama Anda di mata pemberi kerja. Maka pastikan untuk membaca ulang berkas-berkas lamaran Anda sebelum mengirimnya. Kalau Anda tidak mau repot, sewalah jasa penulis profesional untuk memastikan lamaran Anda tampil mengesankan.

(5) Membicarakan keburukan-keburukan di perusahaan lama

Orang biasa bergosip dengan orang terdekat. Namun ada juga yang melakukannya dengan calon atasannya. Saat menuliskan alasan resign dari perusahaan sebelumnya, dia menjelek-jelekkan atasan dan sistem di tempat lamanya. Pelamar seperti ini tak sadar kalau calon atasannya bisa jengah, “Kalau nih orang tega bicarain mantan bosnya, suatu saat, dia pasti bicarain kejelekan-kejelekan gue juga!” Pelamar seperti ini tak sadar kalau bisa saja calon bos baru ternyata kenal baik dengan mantan bos yang dia olok-olok itu. Fatal, Saudara-saudara!

(6) Memakai email, social media dan blog alay

Email-email seperti p4nger4nc1nt4@yahoo.com atau the_next_Ronaldo@hotmail.com sungguh meruntuhkan aura profesional Anda. Kalau email Anda seperti itu, gantilah dengan nama asli Anda, misalnya alva.altera@gmail.com. Berikutnya, karena pencari kerja juga suka sok menyelidiki karakter para pelamarnya, perbaiki blog dan akun social media Anda. Setidaknya, pastikan di sana Anda tidak menggunakan bahasa alay, kata-kata kasar, jorok, sinis, atau marah. Sebaliknya, kalau bisa, isinya yang bermutu dan fun. Ingin membuat blog pribadi yang keren sebelum melamar kerja? Coba gunakan jasa blogger profesional.

Selain kesalahan-kesalahan di atas, ada pula beberapa kesalahan fundamental seperti desain surat lamaran yang acak-acakan, tidak menuliskan posisi yang dilamar, kurang lengkap menyertakan berkas-berkas yang disebutkan dalam iklan lowongan, tidak memenuhi kriteria yang diinginkan (tapi nekat melamar), dan foto yang dilampirkan tidak sesuai dengan tema pekerjaan.

Hindari kesalahan-kesalahan dalam mengirimkan surat lamaran itu, maka Anda sudah selangkah lebih dekat dengan pekerjaan idaman.

1 comment:

  1. Wahahahaha,, makasih deh informasinya saya bakal ganti alamat email saya, karena terkesan agak alay :D

    ReplyDelete

Butuh artikel-artikel semacam ini? Atau, punya ide membuat buku tapi kurang bisa menulis? Tidak sempat? Kami bersedia membantu. Klik di sini untuk info detail jasa penulisan kami.